MATERI PENYUSUTAN AKTIVA TETAP AKUNTANSI KEUANGAN

 

MATERI PEMBELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN

PENYUSUTAN ASET TETAP BERBASIS SAK-IFRS

SMK Sukapura Kabupaten Tasikmalaya

 

Disusun oleh   : Indra Setia Nugraha, S.Ak., Gr. 

Kelas               : XI Akuntansi

Tahun Ajaran   : 2025/2026 

 

A.    APERSEPSI

Bayangkan kalian diminta mengelola aset UMKM konveksi di Kawasan Industri Sukapura. Mereka membeli mesin jahit otomatis Rp85.000.000. Setelah 5 tahun, mesin itu harus diganti. Pertanyaan besarnya: Berapa nilai mesin yang wajib dilaporkan setiap tahun agar laporan keuangan tidak menipu pemilik dan bank?

Di sinilah kita belajar penyusutan, bukan sekadar hitungan matematika, melainkan filosofi akuntansi: bagaimana nilai aset "dikonsumsi" dan dikonversi menjadi beban secara sistematis.

Standar yang berlaku efektif 1 Januari 2025:

ü  PSAK 216 (konvergen dengan IAS 16) menggantikan PSAK 16

ü  Wajib mereview metode, nilai residu, dan umur manfaat setiap akhir tahun buku

ü  Menggunakan pendekatan komponen untuk aset dengan komponen berbeda umur

 

B.     TUJUAN PEMBELAJARAN (CP/TP)

Capaian Pembelajaran:

1.      Memahami filosofi dan regulasi penyusutan aset tetap menurut SAK-IFRS

2.      Menghitung penyusutan 4 metode: Garis Lurus, Saldo Menurun Ganda, Jumlah Angka Tahun, Unit Produksi

3.      Membandingkan dampak masing-masing metode terhadap laba dan nilai aset

4.      Menyusun jurnal dan tabel penyusutan sesuai PSAK 216

5.      Menerapkan prinsip review tahunan dan perubahan estimasi

 

C.    LANDASAN STANDAR: PSAK 216 (EFEKTIF 2025) & IAS 16

1.      Definisi dan Pengakuan

Aset Tetap: Aset berwujud yang:

ü  Dimiliki untuk produksi/penyediaan barang/jasa, direntalkan, atau administratif

ü  Digunakan lebih dari satu periode

ü  Tidak untuk dijual dalam kegiatan normal

Pengakuan Awal: Diakui sebesar biaya perolehan jika:

ü  Manfaat ekonomi masa depan kemungkinan besar akan mengalir ke entitas

ü  Biaya perolehan dapat diukur secara andal

 

2.      Komponen Biaya Perolehan (PSAK 216 par. 16)

a)      Harga beli (setelah diskon) + bea impor + pajak tidak dapat dikreditkan

b)      Biaya langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi siap pakai

c)      Estimasi awal biaya pembongkaran, pemindahan, dan restorasi lokasi

 

3.      Pengukuran Setelah Pengakuan: Model Biaya

Jumlah Tercatat = Biaya Perolehan – Akumulasi Penyusutan – Akumulasi Rugi Penurunan Nilai

 

4.      Prinsip Penyusutan (IAS 16.50-62)

"The depreciation method used shall reflect the pattern in which the asset's future economic benefits are expected to be consumed by the entity."

Kewajiban Periodik:

ü  Review nilai residu setiap akhir tahun

ü  Review umur manfaat setiap akhir tahun

ü  Review metode penyusutan setiap akhir tahun

ü  Perubahan diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi (PSAK 25)

Pengecualian: Penyusutan tetap diakui walaupun nilai wajar aset melebihi jumlah tercatat .

 

D.    METODE PENYUSUTAN

KASUS INTI: MOXIE MANDIRI SUKAPURA

CV. Moxie Mandiri di Kawasan Industri Sukapura membeli 1 unit mobil box distribusi pada 1 Januari 2025 dengan data:

 Komponen

 Nilai

 Harga beli (setelah diskon)

 Rp185.000.000

 Biaya balik nama, pajak, modifikasi box pendingin

 Rp15.000.000

 Total Biaya Perolehan

 Rp200.000.000

 Nilai residu (estimasi)

 Rp20.000.000

 Jumlah tersusutkan (depreciable amount)

 Rp180.000.000

 Umur manfaat

 5 tahun

 Estimasi total km selama umur

 200.000 km

 METODE 1: GARIS LURUS (STRAIGHT LINE)

Kapan digunakan: Manfaat ekonomi aset konsisten setiap periode. Paling umum di Indonesia.

Rumus:

·         Beban Penyusutan Tahunan = (Biaya Perolehan – Nilai Residu) / Umur Manfaat

 

Perhitungan Moxie Mandiri:

= (Rp200.000.000 – Rp20.000.000) / 5 tahun

= Rp180.000.000 / 5

= Rp36.000.000 per tahun

Tabel Penyusutan 5 Tahun:

 Tahun

 Beban Penyusutan

 Akum. Penyusutan

 Nilai Buku Akhir

 2025

 Rp36.000.000

 Rp36.000.000

 Rp164.000.000

 2026

 Rp36.000.000

 Rp72.000.000

 Rp128.000.000

 2027

 Rp36.000.000

 Rp108.000.000

 Rp92.000.000

 2028

 Rp36.000.000

 Rp144.000.000

 Rp56.000.000

 2029

 Rp36.000.000

 Rp180.000.000

 Rp20.000.000

 

Jurnal setiap akhir tahun:

(Debit) Beban Penyusutan – Mobil Box      Rp. 36.000.000

           (Kredit) Akumulasi Penyusutan – Mobil Box      Rp. 36.000.000

 

 METODE 2: SALDO MENURUN GANDA (DOUBLE DECLINING BALANCE)

Kapan digunakan: Aset memberikan manfaat lebih besar di awal (teknologi, kendaraan). Beban menurun seiring waktu.

Rumus:

1.      Tarif = (1/Umur Manfaat) × 2

2.      Beban Penyusutan = Tarif × Nilai Buku Awal Tahun

Catatan: Nilai residu TIDAK dikurangkan di awal, tetapi penyusutan dihentikan saat nilai buku = nilai residu.

 

Perhitungan Moxie Mandiri:

Tarif = (1/5) × 2 = 40% per tahun

Tabel Penyusutan DDB:

 Tahun

 Nilai Buku Awal

 Beban 40%

 Akum. Penyusutan

 Nilai Buku Akhir

2025

Rp200.000.000

Rp80.000.000

Rp80.000.000

Rp120.000.000

2026

Rp120.000.000

Rp48.000.000

Rp128.000.000

Rp72.000.000

2027

Rp72.000.000

Rp28.800.000

Rp156.800.000

Rp43.200.000

2028

Rp43.200.000

Rp17.280.000

Rp174.080.000

Rp25.920.000

2029

Rp25.920.000

Rp5.920.000

Rp180.000.000

Rp20.000.000

Jadi Tahun 2029: Hanya disusutkan sampai nilai buku mencapai residu Rp20.000.000

Jurnal:

(Debit) Beban Penyusutan – Mobil Box      Rp80.000.000

           (Kredit) Akumulasi Penyusutan – Mobil Box      Rp80.000.000

 

 METODE 3: JUMLAH ANGKA TAHUN (SUM OF THE YEARS DIGITS)

Kapan digunakan: Pola konsumsi manfaat menurun tetapi dengan perhitungan berbeda dari DDB. Umum untuk aset properti dan heavy equipment.

Rumus:

1.      Jumlah Angka Tahun = n(n+1)/2

2.      Beban Penyusutan = (Sisa Umur / Jumlah Angka Tahun) × (Harga Perolehan – Nilai Residu)

 

Perhitungan Moxie Mandiri:

Jumlah Angka Tahun = 5(5+1)/2 = 15

Tabel Penyusutan SYD:

 

Tahun

Sisa Umur

Fraksi

Beban Penyusutan

Akum. Penyusutan

Nilai Buku

2025

5

5/15

Rp60.000.000

Rp60.000.000

Rp140.000.000

2026

4

4/15

Rp48.000.000

Rp108.000.000

Rp92.000.000

2027

3

3/15

Rp36.000.000

Rp144.000.000

Rp56.000.000

2028

2

2/15

Rp24.000.000

Rp168.000.000

Rp32.000.000

2029

1

1/15

Rp12.000.000

Rp180.000.000

Rp20.000.000

 

Jurnal:

(Debit) Beban Penyusutan – Mobil Box      Rp60.000.000

     (Kredit) Akumulasi Penyusutan – Mobil Box      Rp60.000.000

 

 METODE 4: UNIT PRODUKSI (UNITS OF PRODUCTION)

Kapan digunakan: Keausan aset tergantung intensitas penggunaan, bukan waktu. Ideal untuk manufaktur, pertambangan, transportasi.

Rumus:

1.      Tarif per Unit = (Biaya Perolehan – Nilai Residu) / Estimasi Total Unit Produksi

2.      Beban Penyusutan = Tarif per Unit × Unit Produksi Aktual

 

Perhitungan Moxie Mandiri:

Tarif per km = Rp180.000.000 / 200.000 km = Rp900 per km

Asumsi penggunaan aktual selama 5 tahun:

Tahun

Km Tempuh

Beban Penyusutan

Akumulasi

Nilai Buku

2025

50.000 km

Rp45.000.000

Rp45.000.000

Rp155.000.000

2026

45.000 km

Rp40.500.000

Rp85.500.000

Rp114.500.000

2027

40.000 km

Rp36.000.000

Rp121.500.000

Rp78.500.000

2028

35.000 km

Rp31.500.000

Rp153.000.000

Rp47.000.000

2029

30.000 km

Rp27.000.000

Rp180.000.000

Rp20.000.000

 

Jurnal tahun 2025:

(Debit) Beban Penyusutan – Mobil Box      Rp45.000.000

     (Kredit) Akumulasi Penyusutan – Mobil Box      Rp45.000.000

 

E.     ANALISIS KOMPARATIF 4 METODE

Dampak terhadap Laba dan Posisi Keuangan:

Tahun

Garis Lurus

Saldo Menurun Ganda

Jumlah Angka Tahun

Unit Produksi

2025

 Rp. 36 jt

 Rp. 80 jt

 Rp. 60 jt

 Rp. 45 jt

2026

 Rp. 36 jt

 Rp. 48 jt

 Rp. 48 jt

 Rp. 40,5 jt

2027

 Rp. 36 jt

 Rp. 28,8 jt

 Rp. 36 jt

 Rp. 36 jt

2028

 Rp. 36 jt

 Rp. 17,28 jt

 Rp. 24 jt

 Rp. 31,5 jt

2029

 Rp. 36 jt

 Rp. 5,92 jt

 Rp. 12 jt

 Rp. 27 jt

Total

 Rp. 180 jt

 Rp. 180 jt

 Rp. 180 jt

 Rp. 180 jt

 

KESIMPULAN:

ü  Metode DDB menghasilkan laba lebih rendah di awal (beban besar) → cocok untuk tax planning

ü  Metode GL menghasilkan laba stabil

ü  PSAK 216 mensyaratkan pemilihan metode yang paling mencerminkan pola konsumsi manfaat, bukan sekadar memilih yang paling mudah

 

F.      ASESMEN FORMATIF: SOAL PENDALAMAN

1.      Review Estimasi Tahunan (PSAK 216 Wajib!)

PT. Konveksi Sukapura membeli mesin bordir otomatis 1 Januari 2023:

ü  Harga perolehan: Rp150.000.000

ü  Estimasi awal: umur 5 tahun, residu Rp15.000.000, metode garis lurus

Akhir tahun 2025 (setelah 3 tahun), engineering merivisi:

ü  Sisa umur efektif: 4 tahun lagi (bukan 2 tahun)

ü  Nilai residu baru: Rp10.000.000

Instruksi:

1. Hitung beban penyusutan 2023, 2024, 2025 (metode awal)

2. Hitung nilai buku per 31 Desember 2025 SEBELUM revisi

3. Hitung beban penyusutan tahun 2026 dan seterusnya SETELAH revisi

4. Buat jurnal penyesuaian 31 Desember 2026

2.       Pendekatan Komponen (IFRS Feature)

UD. Usaha Baru membeli mesin percetakan Rp500.000.000 dengan rincian:

Komponen

Nilai

Umur Manfaat

Residu

Mesin utama

Rp350.000.000

10 tahun

Rp50.000.000

Komputer kontrol

Rp100.000.000

4 tahun

Rp10.000.000

Rangka & bodi

Rp50.000.000

15 tahun

Rp5.000.000

Instruksi:

1. Hitung penyusutan tahun 2025 jika menggunakan pendekatan komponen (sesuai IFRS)

2. Hitung penyusutan jika dicatat sebagai satu aset dengan umur 10 tahun, residu Rp65.000.000

3. Analisis: Metode mana yang lebih sesuai PSAK 216? Jelaskan!

 

3.      Tugas Pembelajaran Mendalam (Deep Learning Project)

 "INVESTIGATOR ASET SUKAPURA"

Tujuan: Menerapkan pengetahuan penyusutan pada kasus nyata UMKM di lingkungan SMK Sukapura.

Bentuk: Studi kasus berbasis wawancara + analisis

Langkah Tugas:

1. Eksplorasi (20 poin)

ü  Kunjungi 1 Sarana Baik UP maupun Laboratorium di sekitar SMK Sukapura

ü  Identifikasi 1 aset tetap mereka yang signifikan (kendaraan, mesin, peralatan)

ü  Wawancarai pemilik: tahun beli, harga, perkiraan umur pakai, nilai jual kembali

2. Dokumentasi (20 poin)

ü  Foto aset (tanpa mengganggu operasional)

ü  Foto bersama pemilik sebagai bukti otentik

ü  Catat data teknis

3. Analisis & Rekomendasi (40 poin)

ü  Hitung penyusutan dengan 4 metode lengkap

ü  Rekomendasikan metode yang PALING sesuai dengan pola konsumsi aset tersebut

ü  Berikan alasan sesuai PSAK 216 dan kondisi riil UMKM

ü  Hitung dampaknya terhadap laba UMKM jika menggunakan metode rekomendasi

4. Laporan & Presentasi (20 poin)

ü  Format laporan profesional (Word/PDF)

ü  Sajikan dalam bentuk infografis A4

ü  Presentasi 5 menit di kelas

Rubrik Penilaian:

Kriteria

Skor Maks

 Ketepatan perhitungan 4 metode

30

 Kesesuaian rekomendasi dengan SAK

20

 Kedalaman wawancara & data riil

20

 Visualisasi data & penyajian

15

 Keaktifan presentasi

15

TOTAL

100

 
LINK BERKAS : https://drive.google.com/file/d/147ugnBe2o8gPCKEfikX4AGmhOOFoXZ4j/view?usp=sharing

REFERENSI:

ü  Ikatan Akuntan Indonesia. (2025). PSAK 216: Aset Tetap. SAK Efektif 1 Januari 2025

ü  IASB. (2023). IAS 16 Property, Plant and Equipment

ü  PwC. (2024). IFRS and US GAAP: Similarities and Differences - Component Approach & Annual Review

ü  Kledo. (2024). Aturan PSAK 16 Tentang Perlakuan Aset Tetap pada Akuntansi

Posting Komentar

0 Komentar