Minggu, 24 Agustus 2025

Komunikasi Jaringan Informatika Kelas X Fase E

 


KOMUNIKASI DALAM JARINGAN 

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mengikuti pembelajaran, siswa mampu

·         menjelaskan pengertian komunikasi,

·         mengidentifikasi jenis komunikasi, 

·         menjelaskan pengertian komunikasi daring, 

·         mengidentifikasi fungsi dan jenis komunikasi daring,

·         mengidentifikasi komponen pendukung komunikasi dalam jaringan.

 

1. Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan, informasi, dari seseorang ke orang lain (Handoko, 2002 : 30).

Beberapa fungsi dari komunikasi antara lain sebagai berikut.

ü  Sebagai informasi: komunikasi membantu proses penyampaian informasi yang diperlukan individu dan kelompok untuk mengambil keputusan dengan meneruskan data dan menilai pilihan-pilihan alternatif.

ü  Sebagai kendali: komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku anggota dalam beberapa cara, setiap organisasi mempunyai wewenang dan garis panduan formal yang harus dipatuhi oleh karyawan.

ü  Sebagai motivasi: komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada para karyawan apa yang harus dilakukan bagaimana mereka bekerja baik dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja jika itu di bawah standar.

ü  Sebagai pengungkapan emosional: bagi sebagian komunitas, mereka memerlukan interaksi sosial, komunikasi yang terjadi di dalam komunitas itu

2. Jenis Komunikasi

Kita mengenal 2 (dua) jenis atau kategori komunikasi. 

ü  Komunikasi lisan atau verbal, yaitu komunikasi menggunakan kata-kata, baik hal itu diucapkan, maupun ditulis.

ü  Komunikasi nirkata atau nonverbal, yaitu komunikasi menggunakan bahasa tubuh, bahasa gerak atau gerak isyarat (gesture), atau gambar.

Kemampuan seseorang berkomunikasi diukur dari seberapa akurat informasi atau pesan yang dikirim oleh komunikator (pengirim informasi) dapat diterima oleh komunikan (penerima informasi) dan sebaliknya. Hal tersebut juga menjadi ukuran seberapa mahir kita berkomunikasi.

Setelah memahami makna komunikasi, sampailah kita pada Komunikasi Daring. Istilah Komunikasi Daring mengacu pada membaca, menulis, dan berkomunikasi melalui / menggunakan jaringan komputer. (Warschauer, M. 2001 pp. 207-212)

Dengan kata lain, Komunikasi Daring adalah cara berkomunikasi di mana penyampaian dan penerimaan pesan dilakukan dengan atau melalui jaringan Internet. Komunikasi yang terjadi di dunia semu tersebut lazim disebut komunikasi di dunia maya atau cyberspace.

3. Keunggulan dan Kelemahan Komunikasi Daring

Komunikasi daring memiliki beberapa keunggulan jika dibandingkan dengan komunikasi konvensional, antara lain sebagai berikut.

ü  Dapat dilakukan kapan saja di mana saja: dengan komunikasi daring, setiap pengguna dapat melakukan komunikasi di mana saja dan kapan saja, dengan syarat terkoneksi dengan jaringan internet dan memiliki sarana yang mencukupi.

ü  Efisiensi biaya: berbeda dengan komunikasi konvensional, komunikasi daring tidak memerlukan pihak yang berkomunikasi untuk bertemu tatap muka, dengan komunikasi daring Anda dapat menghemat biaya transportasi.

ü  Efisiensi waktu: komunikasi dapat dilakukan dengan cepat tanpa harus membuang waktu dengan melakukan perjalanan. Pesan komunikasi dapat disampaikan pada saat itu juga dalam hitungan detik walaupun kedua pihak yang berkomunikasi saling berjauhan.

ü  Terintegrasi dengan layanan TIK lainnya: sambil melakukan komunikasi daring, Anda dapat memanfaatkan layanan TIK lainnya

Selain keunggulan, komunikasi daring juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain sebagai berikut.

ü  Tidak mewakili emosi pengguna: intonasi bicara, raut muka, gerakan tubuh, merupakan hal yang relatif sulit untuk dipahami melalui komunikasi daring.

ü  Memerlukan perangkat khusus: dalam pelaksanaannya, komunikasi daring memerlukan adanya hardware, software.

ü  Terlalu banyak informasi yang tidak penting: dalam komunikasi daring, seringkali informasi yang didapat menjadi terlalu banyak, sehingga membuat bingung si penerima.

ü  Menyita konsentrasi: melakukan komunikasi daring tidak pada tempat dan waktu yang tepat, dapat mengabaikan atau menunda hal yang lain, bahkan membahayakan orang lain maupun diri sendiri.

 

4. Jenis komunikasi daring 

Penggunaan jenis sarana komunikasi akan mempengaruhi keserempakan waktu komunikasi. Terdapat 2 jenis komunikasi daring.

1.      Komunikasi daring sinkron (serempak) Komunikasi daring serempak atau komunikasi daring sinkronadalah komunikasi menggunakan komputer sebagai media, yang terjadi secara serempak, waktu nyata (real time). Contoh komunikasi sinkron antara lain sebagai berikut:

ü  Text chat adalah sebuah fitur, aplikasi, atau program dalam jaringan Internet untuk berkomunikasi dan bersosialisasi langsung sesama pemakai Internet yang sedang daring (yang sama - sama sedang menggunakan Internet).

Komunikasi teks dapat mengirim pesan dengan teks kepada orang lain yang sedang daring, kemudian orang yang dituju membalas pesan dengan teks, demikian seterusnya. Itulah proses terjadinya text chatting.

ü  Video chat merupakan teknologi untuk melakukan interaksi audio dan video secara real time antara pengguna di lokasi yang berbeda. Video chatting biasanya dilakukan melalui perangkat komputer maupun tablet atau smartphone (juga disebut telepon video call). Video chatting dapat berupa interaksi point-to-point (satu-satu), seperti FaceTime dan Skype, atau interaksi multipoint (satu-ke-banyak, atau banyak-ke-banyak), seperti dalam Google+ Hangouts. Videochatting sering disalahartikan dengan video conference. Videochatting merujuk pada komunikasi video di antara dua orang individu (poin to point), sedangkan video conference mengacu pada komunikasi video di antara 3 pihak atau lebih (multipoint).

2.      Komunikasi daring asinkron (tak serempak) Komunikasi daring tak serempak atau asinkron adalah komunikasi menggunakan perangkat komputer dan dilakukan secara tunda. Contoh komunikasi daring asinkron adalah e-mail, forum, rekaman simulasi visual, serta membaca dan menulis dokumen daring melalui World Wide Web.

5. Komponen Pendukung Komunikasi Daring

Terdapat beberapa komponen yang harus tersedia sebelum komunikasi daring dapat dilakukan. Komponen-komponen tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian sebagai berikut.

ü  Komponen perangkat keras (hardware)

Perangkat yang bentuknya dapat dilihat ataupun diraba oleh manusia secara langsung atau berbentuk nyata. Contoh dari perangkat keras yang diperlukan untuk melaksanakan komunikasi daring adalah komputer, headset, microphone, serta perangkat pendukung koneksi Internet.

ü  Komponen perangkat lunak (software)

Program komputer yang berguna untuk menjalankan suatu pekerjaan yang dikehendaki. Program diperlukan sebagai penjembatan antara perangkat akal (brainware) dengan perangkat keras (hardware). Program-program yang biasa digunakan dalam pelaksanaan komunikasi daring antara lain: skype, google+hangout, webconference, dll.

ü  Komponen perangkat nalar atau akal (brainware)

Termasuk dalam komponen ini adalah mereka (manusia) yang terlibat dalam penggunaan serta pengaturan perangkat lunak dan perangkat keras untuk melaksanakan komunikasi daring

Minggu, 03 Agustus 2025

Pengetahuan dasar mengenai Komputer Informatika

 

DASAR PEMAHAMAN KOMPONEN KOMPUTER (HARDWARE DAN SOFTWARE)

(Indra Setia Nugraha) 

 

v Pendahuluan 

Komputer adalah sistem elektronik yang terdiri dari dua komponen utama: 

1.     Hardware (Perangkat Keras): Komponen fisik yang dapat disentuh. 

2.     Software (Perangkat Lunak): Program yang menginstruksikan hardware untuk menjalankan tugas. 

Tanpa software, hardware tidak dapat berfungsi, dan sebaliknya. 

 

A.    HARDWARE 

Komponen fisik komputer yang terbagi berdasarkan fungsinya: 

1.     Perangkat Masukan (Input Devices) 

Fungsi: Memasukkan data/perintah ke komputer. 

Contoh: 

ü  Keyboard 

ü  Mouse 

ü  Scanner 

ü  Microphone 

ü  Webcam 

2.     Perangkat Pemrosesan (Processing Devices) 

Fungsi: Memproses data menjadi informasi. 

Contoh: 

ü  CPU (Central Processing Unit): "Otak" komputer yang menjalankan instruksi. 

ü  GPU (Graphics Processing Unit): Memproses grafis (video/game). 

ü  Motherboard: Papan sirkuit utama yang menghubungkan semua komponen. 

3.     Perangkat Penyimpanan (Storage Devices) 

Fungsi: Menyimpan data secara permanen/sementara. 

Pembagian: 

ü  Penyimpanan Primer (Volatile)

RAM (Random Access Memory): Menyimpan data sementara saat komputer aktif. 

ü  Penyimpanan Sekunder (Nonvolatile):

·       HDD (Hard Disk Drive): Penyimpanan magnetik kapasitas besar. 

·       SSD (Solid State Drive): Lebih cepat dan tahan guncangan. 

·       Flashdisk/SSD Eksternal: Penyimpanan portabel. 

4.     Perangkat Keluaran (Output Devices) 

Fungsi: Menampilkan hasil pemrosesan data. 

Contoh: 

ü  Monitor 

ü  Printer 

ü  Speaker 

ü  Proyektor 

 

B.    SOFTWARE 

Program yang memberi perintah pada hardware. Terbagi menjadi: 

1.     Sistem Operasi (Operating System/OS) 

Fungsi: Mengelola hardware dan menyediakan antarmuka untuk software aplikasi.

Contoh: 

ü  Windows (misal: Windows 11) 

ü  macOS (untuk Apple) 

ü  Linux (opensource, misal: Ubuntu) 

ü  Android/iOS (untuk mobile) 

2.     Perangkat Lunak Aplikasi (Application Software) 

Fungsi: Menjalankan tugas spesifik sesuai kebutuhan pengguna. 

Pembagian: 

ü  Produktivitas: Microsoft Office, Google Workspace. 

ü  Desain Grafis: Adobe Photoshop, CorelDRAW. 

ü  Komunikasi: Zoom, WhatsApp Desktop. 

ü  Keamanan: Antivirus (Avast, Norton). 

ü  Browser: Chrome, Firefox. 

3.     Perangkat Lunak Tambahan 

ü  Driver: Software penghubung hardware dengan OS (misal: driver printer). 

ü  Firmware: Software tertanam di hardware (misal: BIOS di motherboard). 

 

C.    Hubungan Hardware dan Software 

Contoh Interaksi: 

Saat mengetik di keyboard (hardware input), OS menerjemahkan sinyal, lalu aplikasi Microsoft Word (software) menampilkan teks di monitor (hardware output). 

Ketergantungan: 

ü  Software membutuhkan hardware untuk dijalankan. 

ü  Hardware membutuhkan software untuk beroperasi (misal: OS mengelola memori RAM). 

 

D.     Diagram Sederhana Alur Kerja Komputer 

Input Device → Processing Unit (CPU) → Storage → Output Device 

                     

        Operating System & Application Software 

 

E.    Kesimpulan 

ü  Hardware adalah "tubuh" komputer (fisik), terdiri dari input, proses, penyimpanan, dan output.

ü  Software adalah "pikiran" komputer (nonfisik), terdiri dari OS dan aplikasi. 

ü  Keduanya saling melengkapi untuk menjalankan fungsi komputer. 

 

F.     REFERENSI 

1.   Brookshear, J.G., & Brylow, D. (2018). Computer Science: An Overview. Pearson. 

2.   Morrison, C. (2020). CompTIA A+ Core 1 Exam: Hardware Fundamentals. McGraw Hill. 

3.   Stallings, W. (2018). Operating Systems: Internals and Design Principles. Pearson. 

4.   Microsoft. (2023). Introduction to Hardware and Software. Microsoft Learn. 

5.   TechTarget. (2023). Defining Hardware and Software. SearchITChannel.